Razia bagi pengusaha kayu yang dianggap pemerintah sebagai ilegal logging terus digalakkan dimasa pemerintahan sby.
Nah saya sebagai pengusaha kayu kecil kecilan ikut pula terkena imbas dari kebijakan ini, beberapa puluh meter kubik kayu saya yang dibawa cukong kayu dari samarinda tertangkap pada saat pengangkutan ketujuan. Cukong tersebut ikut tertangkap, padahal tagihan kayu tersebut belum terbayar senilai sekitar tiga puluh juta...
Nasi sudah jadi bubur, sesal kemudian tak ada guna.
Padahal hasil penjualan kayu tersebut rencananya untuk membayar upah bagi beberapa pekerja saya dan hutang hutang saya ditoko.
Terpaksa semua tabungan, perhiasan istri dan beberapa harta benda dijual untuk membayar para pekerja dan hutang hutang saya tersebut.
Sedangkan saya sendiri tidak bisa menuntut tagihan cukong kayunya, karena dia sendiri duduk dikursi pesakitan.
Sejak saat itu saya berhenti total bekerja kayu. Beberapa cukong yang ingin memodali saya kembali hingga beberapa ratus juta saya tolak secara halus. Pertimbangannya adalah karena usaha dibidang kayu adalah bertentangan dengan undang undang, beberapa wacana yang saya baca diberbagai media massa tentang global warming, sedikit menggugah nurani saya, bahwa saya selama ini ternyata menjadi satu diantara banyak lainnya yang mempercepat proses pemanasan global tersebut.
Ada pendapat menarik dari seorang teman mengapa saya sebagai pengusaha kayu, dan juga pengusaha kayu lainnya mengalami bangkrut,
Dia bilang setiap pohon dihutan itu ada sejenis jin atau makhluk halus yang menghuninya, nah semua pohon yang ditebang oleh pengusaha menyebabkan ribuan bahkan jutaan penghuninya sengsara, dan mereka semua bersatu mengutuk perbuatan para pengusaha kayu tersebut,
Lah manusia dikutuk manusia aja bisa jadi batu, apalagi dikutuk oleh makhluk halus?
Ancuur kalee... :) :) :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar