17 Februari 2009

Beralih Profesi

Seperti orang kebanyakan di Indonesia, saya memiliki manajemen kehidupan ekonomi yang kacau balau.
naik turun kehidupan ekonomi seperti suatu grafik naik turun gunung...
berpindah pindah kerja maupun profesi pun dilakoni.
terakhir setelah usaha kayu saya kolap karena suatu keadaan, saya sempat menganggur beberapa waktu lamanya.

berbekal sebuah komputer, saya mencoba kembali kehabitat saya, yaitu pekerjaan yang ada hubungannya dengan komputer meski dalam konteks yang sedikit berbeda. hobi utak atik handphone pun saya manfaatkan. saya membuka kios pulsa dan handphone kecil-kecilan dengan bermodal satu juta rupiah.
tahun pertama menggeluti usaha ini, bisa dibilang tidak ada kemajuan yang berarti, padahal sudah saya maksimalkan kemampuan berdagang saya. sayapun mulai menganalisa, apa seenarnya yang salah di bisnis ini. beberapa teman yang menggeluti usaha yang sama terlihat enjoy dan semakin menanjak perekonomiannya, mengapa saya tidak?
faktor modal dan lokasi yang kurang strategis rupanya sangat berpengaruh disini.

Seorang teman lama yang bekerja di sebuah Lembaga Keuangan swastapun saya datangi untuk berkonsultasi. angin segar datang, dia memberi beberapa saran dan sugesti yang seakan membuka kembali mata saya yang selama ini seakan tertutup rapat. saya pun di rekomendasikan untuk mengajukan pinjaman ditempat dia bekerja.

beberapa rencana saya susun, termasuk mencari lakosi usaha yang strategis untuk melanjutkan usaha saya sebelumnya. dan saya mendapatkan satu lokasi usaha yang benar benar strategis menurut saya.
dan setelah dana pinjaman saya disetujui, saya pun segera melaksanakan apa yang sudah direncanakan.
dan usaha ini memang seperti diberkati, begitu pesat hingga sayapun kadang heran bagaimana ini bisa terjadi, sesuatu yang saya angap mustahil sebelumnya, ternyata menjadi nyata bagi saya.

sungguh, bahwa suatu saat kita boleh hancur, tetapi tetap bersemangat dalam menjalani suatu usaha, suatu saat perubahan itu akan datang menghampiri anda.

Tidak ada komentar: