Sebagai kaum pendatang disuatu daerah baru, tentulah bukan hal yang mudah bagi kami menyesuaikan diri dilingkungan baru, yang berbeda sama sekali adat dan kebiasaan masyarakat setempat, dengan tempat asal saya dulu diJawa Tengah.
Tahun 1985 kami hijrah keBalikpapan, Kalimantan Timur. Kami berlima, kedua Orangtua saya, saya kelas 6 sd, dan kedua adik perempuan saya yg berumur 7 dan 3 tahun.
Dua tahun mencari peruntungan dikota minyak, rupanya nasib belum berpihak pada kami, rumah masih menyewa.
Tahun 1987 kami pindah kedaerah Sebulu kabupaten Kutai, disebuah daerah ex.transmigrasi. ASaya yang muai beranjak remaja mulai merasakan antara pendatang dan masyarakat pribumi masih terasa sekali adanya suatu gap...
Tetapi itu adalah suatu hal yang wajar bagi kami pendatang yang mencari peruntungan di negri sebrang, bagaimanapun kami tetap berusaha menjunjung tinggi peraturan, adat istiadat yang berlaku di tempat kami tinggal, kami berusaha menyesuaikan diri.
Konflik kecil tetap ada, namun tidak sampai membesar dan biasanya bisa diakhiri dengan damai.
Dan syukurlah, seiring berjalannya waktu, perbedaan itu makin menipis bahkan bisa dibilang tidak ada lagi saat ini.
Bahkan saya mempersunting seorang gadis pribumi untuk menjadi istri saya dan kami hidup bahagia hingga sekarang.
2 komentar:
Wah seru juga ceritanya..
Keep posting bro..
Thanks bos jmw atas kunjungannya,
:-D akhirnya ada jg yg liat...
Advisnya bos?
Posting Komentar